Cerita Pergunu Kota Depok Menanam Kemandirian Ekonomi; Mulai Infaq Rutin Sekolah, Unit Usaha Guru hingga Pelatihan dan Olimpiade

Cerita Pergunu Kota Depok Menanam Kemandirian Ekonomi; Mulai Infaq Rutin Sekolah, Unit Usaha Guru hingga Pelatihan dan Olimpiade

Pernah terpikir tidak, bagaimana sebuah gerakan kecil bisa berubah menjadi fondasi ekonomi yang kokoh? Di Kota Depok jawabannya ada pada konsistensi yang dilakukan oleh para pendidik dan peserta didiknya.

Sejak Madrasah Amil bergulir September 2025 lalu di Beji Timur, Kota Depok, ada satu pemandangan yang rutin kita biasakan hingga saat ink yakni setiap ada kegiatan dan rutinan, aliran infaq pendaftarannya selalu punya “muara” yang jelas, yaitu Rekening Lazisnu Kota Depok.

Mulai dari serunya Olimpiade Sains Santri, diskusi mendalam di Ngaji Akademis, sampai hangatnya suasana Pelatihan Berca Ramadan, semuanya punya garis merah yang sama. Infaq pendaftarannya tidak lari ke mana-mana, tapi langsung dititipkan ke lembaga yang amanah.

Ini bukan hanya soal memindahkan angka di buku tabungan, tapi soal membuktikan bahwa organisasi profesi seperti Pergunu Kota Depok dan lembaga filantropi bisa jalan beriringan untuk membangun kemandirian ekonomi umat terutama para pendidik.

Belum dibilang berhasil, tetapi kerja ini tentu tidak datang dari satu pintu saja. Ada peran luar biasa dari sekolah-sekolah mitra yang sudah berizin operasional resmi, seperti MI Taufiqurrahman 1 dan SMP Lazuardi Al Falah. Infaq rutin dari lembaga-lembaga ini adalah napas yang menjaga semangat perjuangan tetap menyala.

​Tak ketinggalan, ada bumbu spesial dari UMKM Gurusaha. Inilah bukti nyata kalau unit usaha milik guru pun bisa jadi tulang punggung yang mendukung segala aktivitas organisasi. Dari guru, oleh guru, dan manfaatnya kembali ke guru ataupun masyarakat luas pada umumnya.

Tidak banyak memang, tetapi konsistensi adalah kunci. Ketika sebuah sistem dibangun dengan transparansi dan kerja sama yang solid, kemandirian bukan lagi sekadar mimpi di siang bolong. Kita sedang menunjukkan bahwa umat bisa berdaya secara ekonomi jika kita mau bergerak bersama, di bawah satu visi yang sama

Mari terus menjaga ritme ini. Karena setiap rupiah yang disalurkan melalui jalur yang tepat, adalah bata demi bata untuk membangun rumah besar ekonomi umat yang lebih mandiri dan bermartabat

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *