Pergunu dan LP Ma’arif Kota Depok Gelar FGD: Mengawal Transformasi Teknologi di Madrasah NU

Pergunu dan LP Ma’arif Kota Depok Gelar FGD: Mengawal Transformasi Teknologi di Madrasah NU

​Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Depok bersinergi dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kota Depok menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa, 30 Desember 2025 di Kopi Kobong Wisma Unggul Makara, Limo Kota Depok yang bertajuk “Teknologi, Inovasi, dan Transformasi Pendidikan Madrasah NU Kota Depok”. Kegiatan ini bertujuan membedah tantangan sekaligus peluang digitalisasi di lingkungan pendidikan madrasah.

​Ketua Pergunu Kota Depok, Heru Hermanto, dalam sambutannya memberikan analogi yang mendalam mengenai realitas digital saat ini. Menurutnya, adaptasi teknologi adalah sebuah keharusan, namun tetap memerlukan kewaspadaan tinggi.

​”Perkembangan teknologi saat ini ibarat dua sisi pisau. Satu sisi dapat menjadi pemacu peningkatan kualitas, namun di sisi lain dapat pula menjadi pemicu kemunduran mutu jika tidak dikelola dengan bijak,” ujar Heru di hadapan para peserta FGD.

​Senada dengan hal tersebut, Dewan Pakar Pergunu Kota Depok yang juga Pengasuh Pesantren Al-Hidayah Pancoran Mas, Muhammad Fahmi (Gus Fahmi), menekankan pentingnya proporsionalitas dalam penggunaan teknologi di sekolah maupun pesantren.

​”Perkembangan teknologi harus menjadi penyeimbang antara masukan (input) dan keluaran (output), bukan malah menjadi tambahan problem baru dalam proses belajar mengajar,” tegas Gus Fahmi.

​Diskusi menjadi semakin hangat saat memasuki sesi berbagi pengalaman lapangan. Pak Haji Triyono, guru senior dari MA Wahid Hasyim, menyoroti adanya jurang generasi (generation gap) yang menjadi hambatan teknis di ruang kelas.

​”Teknologi pendidikan terasa sukar diterapkan oleh guru dan siswa yang berbeda generasi di dalam kelas. Perlu trik-trik khusus bagi guru agar tidak gagap teknologi, dan di sinilah peran Pergunu sangat diharapkan untuk memfasilitasi pelatihan tersebut,” ungkapnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *