Lanjut Sesi Ke-2 FGD Pergunu & LP Ma’arif Depok: Bedah Strategi Inovasi dan Sinergi Pendidikan Madrasah

Lanjut Sesi Ke-2 FGD Pergunu & LP Ma’arif Depok: Bedah Strategi Inovasi dan Sinergi Pendidikan Madrasah

Melanjutkan kesuksesan sesi sebelumnya, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Depok kembali bersinergi dengan LP Ma’arif Kota Depok menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sesi ke-2 pada Selasa, 30 Desember 2025. Masih bertempat di Kopi Kobong Wisma Nusa Unggul Makara Limo, FGD ini mengangkat tema besar “Inovasi dan Transformasi Pendidikan Madrasah NU Kota Depok”, diskusi kali ini membedah peran personal guru hingga sinergi ekosistem pendidikan.

​Bertindak sebagai moderator, Ketua Pergunu Kota Depok, Heru Hermanto, membuka diskusi dengan melemparkan pemantik terkait akar dari sebuah perubahan. Ia menekankan bahwa transformasi tidak selalu dimulai dari hal-hal besar yang bersifat teknis.

​”Transformasi pendidikan mesti dimulai dari kebiasaan diri sendiri sebagai seorang guru, yakni manajemen waktu yang baik. Pertanyaannya, bagaimana cara dan metode yang paling efektif untuk mengimplementasikannya di tengah kesibukan mengajar?” ujar Heru memancing diskusi.

​Hadir sebagai narasumber, Acep Pudoli dari KPAD Kota Depok, menyoroti aspek relasi dalam pendidikan. Menurutnya, transformasi tidak akan berjalan jika hanya bertumpu pada satu pihak.

​”Pendidik, siswa, dan orang tua adalah kesatuan utuh. Menyeimbangkan ketiga peran tersebut dengan tepat adalah bentuk nyata dari transformasi pendidikan. Jika komunikasi di antara ketiganya berjalan seimbang, maka kualitas pendidikan akan meningkat secara alami,” jelas Acep.

​Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Depok, Dr. Achmad Solechan, memberikan arahan strategis mengenai makna inovasi. Beliau mengingatkan bahwa inovasi bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan sebuah instrumen penyelesaian masalah.

“Inovasi pendidikan merupakan jalan menemukan solusi dari beragam masalah yang ada. Langkahnya jelas: uraikan masalahnya, daftar satu per satu solusinya, kemudian segera implementasikan. Jangan berhenti di tataran teori,” tegas Kyai Solechan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *