Inovasi Kartu Permainan: Cara Seru Tekan Sampah Hingga 95%

Inovasi Kartu Permainan: Cara Seru Tekan Sampah Hingga 95%

DEPOK – Masalah sampah kini dihadapi dengan cara yang lebih menyenangkan. Wilma Chrysanti dan tim meluncurkan metode edukasi pengelolaan limbah rumah tangga melalui permainan kartu. Langkah inovatif ini diambil untuk mengubah stigma bahwa urusan sampah itu rumit dan membosankan.

Wilma menjelaskan bahwa kartu dipilih sebagai media karena sifatnya yang universal dan mudah diterima oleh siapa saja, mulai dari anak sekolah hingga orang dewasa. Fokus utamanya adalah membekali para guru agar bisa meneruskan ilmu ini kepada generasi muda.

Metode ini terbukti efektif; jika diterapkan dengan benar, volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa berkurang drastis hingga 95%. Tentu dengan ketekunan, kesungguhan, kedisiplinan, dan keteraturan.

Manfaat permainan ini dirasakan langsung oleh Ernawati, Pengurus Pergunu Kota Depok, yang turut serta dalam Workshop Eco Qur’anic School Movement di Pusat Studi Al Qur’an Sabtu 7 Februari 2026. Menurutnya, pengalaman belajar ini sangat berharga karena membangun kesadaran secara natural.

“Lewat kartu ini, kita diingatkan bahwa menjaga lingkungan agar tidak darurat sampah harus dimulai dari kedisiplinan menjaga kebersihan di rumah sendiri,” tutur Ernawati.

Harapannya, aktivitas memilah sampah tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebuah gaya hidup yang tumbuh dari keasyikan bermain kartu hingga diterapkan nyata di dapur masing-masing. Sehingga dapat menjadi solusi nyata dalam sumbangsih penyelesaian masalah sampah.

Heru Hermanto, Ketua Pergunu Kota Depok di sela-sela kegiatan menyampaikan terima kasih kepada Ahmad Zayadi dari Direktur Edu PSQ yang telah menyelenggarakan workshop ini. Semoga Pergunu Kota Depok dan PSQ Bersama Komunitas Kota Tanpa Sampah dapat selalu bersinergi dalam memberikan sumbangsih solutif ini, terutama di Kota Depok Bersama para pendidik dari sekolah, madrasah, dan pesantren.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *